Tags

, , , , ,

Bagaimana jika suatu hari kau bertemu dengan genie of the lamp? Dan seperti dalam kisah Aladdin, sang jin akan mengabulkan apapun tiga permintaanmu. Apapun itu.

Tentu akan sangat menyenangkan sekali jika kita tiba-tiba mendapatkan apa yang kita inginkan. Apa yang kita damba-dambakan selama ini tiba-tiba ada di depan mata kita dan kita tidak memerlukan hal-hal lain lagi. Tapi, apakah memang akan sebegitu menyenangkannya? Apakah memang sesuatu yang instan seperti itu akan benar-benar membawa kesenangan? Kesenangan pada puncaknya? Saya belum pernah membaca jurnal ilmiah mengenai hal ini, tapi izinkanlah saya berpendapat walau hanya dari persepsi dan asumsi saya saja.

Saya pikir, kesenangan memang akan kita dapat. Namun kesenangan itu tidaklah sama dengan kesenangan dimana dalam proses mencapai kesenangan itu kita berjuang keras. Walaupun sekedar asumsi, dengan kerja keras dan usaha, saya yakin rasanya pasti berbeda. Three wishes itu benar-benar ada, tapi untuk mengabulkan three wishes itu kita perlu berusaha keras, berjuang tanpa lelah, tekun, dan pantang menyerah.

Dosen saya dalam mata kuliah “Individu, Kebudayaan, dan Masyarakat” pernah mengatakan (dosen saya mengambil referensi dari salah satu tugas akhir antropologi mahasiswa) perbedaan sinetron Indonesia dengan drama Korea terletak pada cara mereka untuk mendapatkan sesuatu. Dalam drama Korea, untuk mendapatkan sesuatu tokoh-tokohnya harus terlebih dahulu bekerja, berusaha, bahkan harus berpeluh dan disiksa serta ditertawakan untuk mendapatkan sesuatu. Sementara di sinetron Indonesia, adegan bekerja dan berusaha tidak pernah ditonjolkan. Yang ditonjolkan adalah adegan berdoa kepada Tuhan untuk mengabulkan permintaan. Sementara yang bekerja keras justru tokoh-tokoh antagonis. Ya, Tuhan memang mungkin akan mengabulkan permohonan kita, tapi tanpa usaha dan kerja keras dari kita, bagaimana mungkin hal itu bisa terkabul? Apakah dengan kita tiap hari santai-santai dan pasrah kepada Tuhan kita tetap akan mendapatkan apa yang kita inginkan? Tidak, kita tidak bisa terpaku pada hal itu.

Dengan kata lain, tidak ada yang dinamakan genie of the lamp. Kalaupun ada, harus ada pengorbanan yang kita lakukan. Seseorang bisa saja meminta pada dukun untuk kekayaan, tapi tetap mereka harus berkorban untuk mendapatkannya. Seseorang bisa saja mendapatkan lotere senilai satu miliar dolar, tapi tetap ia harus membeli uang untuk mengikuti undian lotere. Bahkan seseorang mungkin saja mendapatkan lamp berisi genie, tapi untuk mendapatkan lamp tersebut tetap ada usaha yang harus dilakukan. Entah itu hanya memungut lamp berisi genie, atau mengatasi rintangan di gua penyamun untuk mendapatkannya, tetap tidak ada yang bisa kita dapatkan secara langsung.

Dengan berjuang, saya memiliki three wishes saya sendiri yakni:

1. Meraih pendidikan setinggi-tingginya bahkan sampai ke luar negeri dan di perguruan tinggi papan atas dunia

2. Keliling dunia dan melihat berbagai kebudayaan dan keindahan alam di dunia ini

3. Memiliki rumah pribadi yang dikelilingi bukit dengan hamparan rumput hijau, pepohonan, dan danau/sungai dan gaya rumah klasik dengan interior design klasik

Bye-bye Genie of the Lamp!! Saya akan mewujudkan ketiga harapan diatas dengan usaha saya sendiri!! XD

Gambar:

http://1.bp.blogspot.com/-iJfjL-aah-o/TYrT5l5azpI/AAAAAAAAADY/m-53rPr6Kjs/s1600/oxford-university.jpg

http://www.travel.co.ck/images/map-world.jpg

http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/472384/472384,1268806308,2/stock-photo-victorian-house-by-the-lake-48978568.jpg