Tags

, , , , , , , , ,

Semester 3. Disinilah dimulai perjalanan masuk ke dunia psikologi, setelah sebelumnya mengasah diri di alam filsafat dan pengembangan kepribadian.

Freshman year telah berakhir. Walaupun turunnya indeks prestasi semester 2 (walau belum semua nilai keluar) membuat saya cukup marah pada diri saya sendiri, namun saya bersyukur karena saya jadi memiliki motivasi yang kuat untuk belajar di semester berikutnya. Sebenarnya sejak awal semester 2 saya sudah merasa takut pada diri saya sendiri. Motivasi saya biasanya turun jika saya sudah menikmati nilai yang memuaskan sebelumnya. I cannot help it. Saya tidak menginginkan penurunan motivasi itu, tapi toh turun juga. Hal-hal semacam ini merupakan repetisi dalam hidup saya. Dulu, sewaktu saya duduk di bangku SMA, turunnya nilai-nilai saya di kelas 2 telah membuat saya termotivasi untuk memacu nilai di kelas 3.  Sebelumnya, nilai saya di kelas 1 bisa dibilang memuaskan. Motivasi saya selalu saja naik turun seperti ini. Dan saya merasa terganggu dengan ini. Bagaimana dengan semester 4 nanti? Apakah akan turun juga? Saya harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing saya mengenai hal ini.

Di semester 3 ini saya merasa akan ada nuansa yang berbeda. Pada semester-semester sebelumnya, psikologi hanya menjadi mata ajar minoritas. Mata ajar lebih banyak ada di pengembangan kepribadian dan filsafat beserta cabang-cabangnya. Sebut saja mata kuliah pengembangan kepribadian seperti “MPK Terintegrasi”, “MPK Bahasa Inggris”, “Bimbingan Pendidikan” dan “Pemahaman Diri” di semester 1. Tak ketinggalan mata kuliah filsafat seperti “Psikologi Umum I” dan “Logika & Penulisan Ilmiah”. Tak ada mata kuliah pure psychology di semester 1. Di semester 2, sedikit lebih banyak mata kuliah psikologi. Sebut saja “Psikologi Faal” dan “Psikologi Umum II”. Namun, mata ajar filsafat tetap mendominasi. “Metodologi Penelitian & Statistik I” (metodologi adalah cabang filsafat yang mengkhususkan pada cara memeroleh kebenaran), “Filsafat Manusia”, dan “Etika” merupakan cabang-cabang dari filsafat. Selain itu masih dijumpai juga mata ajar pengembangan kepribadian seperti “MPK Olahraga/Seni”, “MPK Agama”, serta “Identifikasi & Pengembangan Kreativitas”. Tidak lupa disebutkan mata ajar non-psikologi, yaitu “Individu, Kebudayaan & Masyarakat” yang merupakan mata ajar rumpun ilmu sosial (antropologi dan sosiologi). Namun di semester 3 tidak akan sama. Di semester 3 inilah dikenalkan berbagai divisi psikologi.

And I am about to enter the gate. The gate to the world of Psychology. Inilah yang akan saya temui ketika saya memasuki gerbang itu:

 

1. Metodologi Penelitian & Statistik II

Jika pada MetPenStat I hanya dikenal statistik deskriptif dan penelitian deskriptif dengan satu variabel, maka di MetPenStat II akan lebih kompleks. Sebelum saya mempelajari MetPenStat I, saya merasa sedikit khawatir tidak bisa mengikuti statistika karena sewaktu di FMIPA saya tidak mampu mengikuti kalkulus. Namun anggapan itu berubah setelah saya bertemu dan mencicipi statistika untuk ilmu sosial. Siapa sangka statistika ternyata sangat menyenangkan. Dan MetPenStat II akan menjadi mata ajar yang saya andalkan di semester 3 ini.

2. Psikologi Belajar

Menyenangkan mengetahui saya akan mempelajari kemampuan makhluk hidup untuk belajar. Namun, teori-teori belajar dikuasai oleh aliran behaviorisme. Saya bukan pengagum utama aliran behaviorisme. Bagi saya, proses mental dan hal-hal yang bersifat spiritual terlalu diabaikan oleh aliran ini. Tapi biar begitu, untuk menjelaskan kemampuan belajar, kita memang hanya akan mengenal teori-teori yang metodenya observable saja. Classical conditioning, Operant Conditioning, dan Social Learning adalah santapan utama untuk mata ajar ini.

3. Psikologi Industri & Organisasi

Memikirkan Psikologi Industri & Organisasi (PIO) sama saja dengan memikirkan betapa luasnya terapan psikologi. (setidaknya menurut saya. LOL) PIO menaungi banyak sekali terapan sehari-hari, seperti psikologi penerbangan, psikologi arsitektur, psikologi rumah sakit, psikologi media massa, psikologi periklanan, psikologi ekonomi, psikologi kerja, dan masih banyak lagi. Baru-baru ini saya membaca beberapa artikel PIO di psychologytoday.com dan saya menyadari bahwa PIO ternyata cukup penting bagi manusia pada umumnya. Setiap hari, kita mungkin telah tertipu oleh iklan, promosi produk, atau trik-trik psikologi lainnya. Banyak diantaranya terjadi secara tidak sadar. Dan saya akan mempelajari itu semua. Jadi… cukup menyenangkan bagi saya.

4. Psikologi Pendidikan

Inilah alasan utama saya memilih psikologi sewaktu saya masih SMA. Dulu (dan masih sampai sekarang), psikologi sangat menarik bagi saya karena saya bisa menggolongkan minat, bakat, inteligensi dan motivasi orang-orang ke dalam suatu alat ukur psikologi. Saya sangat menyukai teori-teori seperti multiple intelligences, Briggs-Myers personality theory (turunan dari Jung), atau sekedar menggolongkan orang-orang berdasarkan tipe-tipe mereka. Disini saya akan mendapatkan semuanya termasuk cara mengatur kelas, cara menjadi pendidik yang baik, dan pengetahuan-pengetahuan menarik lainnya. Namun demikian, saya tidak lagi memiliki keinginan yang sangat tinggi untuk berkutat di bidang psikologi pendidikan. Psikologi klinis telah membuat saya jatuh cinta melebihi psikologi pendidikan.

5. Psikologi Perkembangan Manusia

Disini dipelajari perkembangan kejiwaan manusia mulai dari ia berada di kandungan sampai maut mendatanginya. Jika mendengar hal tersebut, mungkin kita akan berpikir bahwa psikologi perkembangan ternyata begitu luas dan mencakup keseluruhan psikologi. Namun, perkembangan kejiwaan yang paling penting adalah hanya pada masa manusia lahir sampai ia berada di masa dewasa muda. Itulah mengapa psikolog perkembangan lebih fokus mengatasi masalah anak-anak dan remaja. Ini bukan berarti masa dewasa dan lansia sama sekali tidak berkembang. Berkembang, tapi perkembangannya tidak sesignifikan anak-anak atau remaja. Hal inilah yang menyebabkan psikologi perkembangan berada di daftarpeminatan terakhir saya. Saya tidak terlalu berminat mempelajari anak-anak. Meski begitu, saya sangat menyukai anak-anak dan saya menghabiskan banyak waktu saya menentang naif-nya atau kasarnya orang dewasa yang tidak mengerti anak-anak.

6. Psikologi Sosial

Mungkin banyak yang berpikir bahwa bidang kemasyarakatan, negara, politik, hukum, keamanan, dan kriminalitas tidak dibahas dalam psikologi. Tapi ya, psikologi membahas bidang-bidang itu. Dan divisi yang mempelajari kejiwaan dalam masyarakat adalah psikologi sosial. Faktanya, psikologi berpengaruh cukup besar di bidang-bidang tersebut. Psikologi sosial merupakan salah satu favorit saya. Topik-topik seperti hubungan interpersonal, psikologi kriminal, perilaku antisosial, dan semacamnya sangat menarik bagi saya. Apalagi tujuan saya di psikologi adalah psikologi kriminal. Jadi, terlepas siapapun dosennya, saya rasa saya bisa bersungguh-sungguh dalam mata kuliah ini.

Dan itulah yang akan saya temui setelah membuka pintu gerbang. Nampaknya semester 3 akan menjadi semester yang cukup menarik bagi saya. Selain mata kuliah diatas, masih ada mata kuliah-mata kuliah lainnya yang tergolong dalam mata kuliah pilihan. Namun saya masih belum tahu apa saja mata kuliah pilihan yang tersedia di semester 3.

Untuk saat ini, satu-satunya yang menjadi pikiran saya adalah menaikkan nilai saya di semester 3. Dengan mata jar-mata ajar seperti diatas, saya yakin saya mampu melakukannya!