Tags

, , ,

Belakangan ini saya merasa sedang tidak mood menulis. Walaupun ada beberapa gagasan dalam topik psikologi yang ingin dituliskan, namun karena mood saya sedang tidak terlalu bagus maka saya terus-menerus menunda waktu saya untuk menulis. Yah… karena hal yang demikian itu, saat ini saya hanya ingin menulis postingan yang tidak terlalu serius. Kembali, hal ini berkaitan dengan kegiatan waktu luang saya.

Belakangan ini saya menghabiskan waktu luang saya dengan bermain Yu-Gi-Oh!. Jika kalian bukan penggemar Yu-Gi-Oh!, kalian mungkin berpikir bahwa trading card game ini udah cukup basi. Memang, di Indonesia masa kejayaan Yu-Gi-Oh! itu cuma pada masa-masa Dark Magician dan Blue-Eyes White Dragon aja. Tapi sebenernya, setelah itu justru makin banyak anime-anime  Yu-Gi-Oh! yang menampilkan kartu-kartu yang (menurut gue) jauh lebih keren daripada kartu-kartu pada zaman kejayaan di Indonesia dulu. Bahkan gameplay-nya pun jauh lebih cepet dan menarik.

Well, saya sih sebenernya nggak main trading card game-nya secara langsung kayak para Yu-Gi-Oh! fans diluar sana. Saya nggak main di Taman Anggrek dengan player-player lainnya, walaupun sebenernya pengen banget. Cuma karena harga kartu-kartunya yang mahal jadi agak males aja ngumpulinnya. Bayangkan, Archlord Kristya (kartu yang gue pengen banget) aja harganya bisa nyampe sejuta. Sejuta untuk selembar kartu? Saya tidak semaniak itu. Jadi kalo gitu maen dimana? Saya maen di program yang dibikin sama xerocreative.com yaitu Yu-Gi-Oh! Virtual Dueling (YVD). Program ini memungkinkan kita untuk bermain Yu-Gi-Oh! dengan player-player lainnya di seluruh dunia. Simpel dan seru. Emang sih, nggak ada animasinya kayak di Yu-Gi-Oh! online, tapi kalo maen langsung juga nggak ada animasinya kan?

Nah disini saya mau membahas mengenai tema deck favorit yang saya gunakan di YVD. Sejak dulu, saya sangat menyukai angelic divinity theme dalam game apapun. Oleh karena itu, Yu-Gi-Oh! bukanlah pengecualian. Divinity theme bisa saya dapatkan dari Fairy Deck. Tapi dulu, selalu dan selalu deck fairy berisi kartu-kartu yang terlalu feminim. Oleh karena itu sebelumnya saya lebih suka menggunakan deck spellcaster dan ritual yang lebih keren. Sekarang semuanya sudah berubah. Fairy deck bukan lagi monopoli kaum feminisme (hah?) karena sudah banyak fairy-fairy saat ini yang jauh lebih maskulin. Dan itulah saat dimana saya menggunakan deck fairy.

Awal dari penggunaan deck fairy saya adalah ketika set Ancient Sanctuary keluar. Di set ini, dikeluarkan kartu-kartu Agents yang bertema dewa-dewi Romawi kuno. Selain itu keluar juga kartu field andalan dari semua jenis fairy, yaitu The Sanctuary in the Sky. Efeknya sih nggak bagus-bagus amat, tapi The Sanctuary in the Sky bisa dikombinasiin sama kartu-kartu agents buat menggunakan effect dari kartu agents itu sendiri.

Berikut adalah Agents yang pertama kali keluar:

Dengan Sanctuary in the Sky, Agent Saturn dan Agent Mars saya pikir akan sangat berguna jika saya gunakan. Efek mereka keren. Saya bisa melakukan one-turn kill jika menggunakan efek mereka. Agent Saturn dapat mengorbankan dirinya sendiri untuk membuat musuh mendapatkan damage sebesar life point gap dari kedua player. Agent Mars memiliki attack power setingkat dengan life point gap dari kedua player. Dengan kartu-kartu semacam Solemn Wishes, Draining Shield, Ceasefire, Guardian Angel Joan, dan Magic Cylinder tidak terlalu sulit untuk mengaktifkan efek mereka. Ditambah lagi setelah itu keluar beberapa kartu lain yang berguna di deck fairy seperti Neo Parshath the Sky Paladin dan Nova Summoner.

Namun itu semua tidak berlangsung lama. Deck ini terlalu lamban sehingga menjadi deck yang tidak kompetitif. Agents pun ditinggalkan. Meski begitu, setelahnya, banyak keluar kartu-kartu fairy yang sangat berguna seperti Honest, Athena, Archlord Kristya, dan lainnya. Kartu-kartu ini dipersiapkan untuk menyambut kedatangan agents yang berikutnya, Agent Earth dan Agent Jupiter.

Dengan hadirnya kedua kartu diatas, saat ini Agents kembali muncul dalam deck kompetitif. Bahkan tidak hanya itu, Agents, dengan bantuan dari counter fairies (Bountiful Artemis, Meltiel Sage of the Sky, dan counter traps) mampu menunjukkan taringnya sebagai deck tier 1 (tier 1 adalah deck paling kompetitif yang banyak digunakan pada tren metagame). Hadirnya Agent Earth sebagai tuner sekaligus deck searcher membuat agent deck berkali-kali lipat lebih cepat daripada sebelumnya. Namun semuanya tidak cukup. Agents memiliki trump card mereka seperti Olympus membutuhkan Zeus sebagai pemimpin, atau Asgard membutuhkan Odin sebagai raja. Hadirlah sang matahari, Master Hyperion.

Efeknya sangat luar biasa. Menghancurkan dua kartu di atas arena setiap turn merupakan efek yang tidak main-main. Ditambah lagi sangat mudah untuk memanggil Hyperion ke atas arena. Dengan bantuan kartu inilah fairy deck mampu mencapai posisi tier 1, posisi yang hanya pernah dicapai oleh 1 jenis deck fairy lainnya, yaitu counter fairy.

Saya menggunakan deck yang menggunakan kartu-kartu diatas, dan hasilnya cukup menakjubkan. Saya jarang sekali kalah oleh deck-deck lainnya. Saya kalah biasanya karena kalah cepat atau karena bad draws saja. Tapi saya yakin ini bukan akhir dari Agent deck. Agent deck akan menjadi lebih kuat lagi, karena ada beberapa agent yang (kemungkinan) belum keluar. Kita belum melihat Agent Uranus dan Agent Neptune disini. Ditambah lagi mungkin ada Agent Pluto. Well, jika ada, saya akan sangat menantikan kartu-kartu itu.

Gambar:

http://yugioh.wikia.com/wiki/Master_Hyperion

http://yugioh.wikia.com/wiki/The_Agent_of_Creation_-_Venus

http://yugioh.wikia.com/wiki/The_Agent_of_Force_-_Mars

http://yugioh.wikia.com/wiki/The_Agent_of_Judgment_-_Saturn

http://yugioh.wikia.com/wiki/The_Agent_of_Miracles_-_Jupiter

http://yugioh.wikia.com/wiki/The_Agent_of_Mystery_-_Earth

http://yugioh.wikia.com/wiki/The_Agent_of_Wisdom_-_Mercury