Tags

, , , , , , ,

Seperti pada awal semester sebelum-sebelumnya, saya biasa menuliskan preview dan impresi awal terhadap mata ajar apa saja yang saya ambil pada semester itu. Tak terkecuali juga pada semester ini.

Tidak seperti dugaan awal, ternyata semester lalu kembali menurunkan indeks prestasi saya. Faktor utama yang memengaruhi hal ini adalah turunnya motivasi saya secara drastis dan ketidakmampuan saya untuk mengikuti pace yang terlalu cepat dan tinggi. Bagi mahasiswa di kampus saya, ada anggapan bahwa mata ajar-mata ajar di fakultas saya cenderung memberikan tugas yang ‘ajegile’ banyaknya. Celakanya, saya nekat semester lalu mengambil 24 sks karena saya pikir saya mampu mengikuti pace kegiatan belajar mengajar dengan jumlah sks sebanyak itu. Dugaan saya salah. Selama tiga bulan pembelajaran di term 3 berlangsung, saya seringkali tidak bisa tidur nyenyak dan melakukan aktivitas dengan tenang. Setiap detiknya kepala saya memikirkan mengenai tugas-tugas yang belum dikerjakan. Apabila satu tugas sudah selesai, maka beberapa tugas lain muncul. Alhasil, di term 3 itu saya seringkali mengalami mimpi buruk dikejar-kejar oleh tugas. Seriously. Di akhir term 3, saya yang merasa cukup exhausted akhirnya mengerjakan sisa tugas-tugas dengan cukup asal-asalan. Pada akhirnya, saya harus membayar hal tersebut dengan IP yang kembali menurun. Meski begitu, IPK saya untungnya masih terselamatkan.

Berkat pengalaman tersebut, saya telah mengalami proses pembelajaran. Saya telah mengasosiasikan (dalam psikologi, belajar adalah proses asosiasi stimulus-stimulus sehingga menghasilkan perubahan perilaku yang cenderung menetap – dari kuliah Psi. Belajar, 2011) jumlah sks besar dengan munculnya depresi dalam diri saya. Juga, proses pembelajaran terjadi karena saya mendapatkan punishment berupa IP yang menurun akibat saya sok mengambil 24 sks. Padahal, saya tahu benar bahwa diri saya itu tidak terlalu pandai mengatur waktu. Oleh karenanya, saat ini dan seterusnya saya akan mengambil jumlah sks sesuai dengan kemampuan saya terkait dengan manajemen waktu saya yang belum cukup maksimal. Selain itu, saya juga lebih menyiasati pemilihan mata ajar-mata ajar yang saya ambil guna mencegah saya terjebak di nilai yang merugikan. Well, disini saya terdengar paranoid dan pesimistik, tapi bagi saya siasat ini berguna untuk mencapai tujuan saya yang utama di semester ini, yaitu menaikkan kembali indeks prestasi saya. Ya, saat ini saya hanya mengambil 19 sks dan 3 sks diantaranya adalah mata kuliah luar fakultas saya yang notabene tugasnya saya duga tidak sebanyak di fakultas saya. Lalu apa sajakah semua mata ajar itu?

Metodologi Penelitian & Statistik III (4 SKS + 2 SKS berstruktur)

Ini mata ajar yang saya sama sekali tidak boleh remehkan. Saya meremehkan MetPenStat II kemarin, lalu saya menerima konsekuensinya. Di MetPenStat III ini akan lebih banyak dipelajari metode penelitian perilaku yang lebih ketat lagi, yaitu metode eksperimental. Pada metode ini, hubungan antar variabel tidak semata-mata dipelajari asosiasinya saja, melainkan juga ditentukan hubungan kausalitas antar variabel. Sifat-sifat dan karakteristik variabel saya duga menjadi santapan utama saya di semester ini.

Pengantar Pengukuran Psikologi (2 SKS)

Alat ukur psikologi. Mungkin inilah salah satu alasan utama kenapa psikologi dipandang sebagai ilmu yang menakjubkan. Kami memiliki alat-alat ukur untuk menentukan apakah kalian pantas diterima di suatu perusahaan atau institusi, apakah kalian mampu mengikuti pendidikan tertentu, apakah kalian menyembunyikan sesuatu dalam pikiran bawah sadar kalian, dan masih banyak lagi. Sejujurnya, ini salah satu mata ajar yang sangat saya nanti-nantikan bahkan semenjak saya masuk ke jurusan psikologi.

Psikologi Kepribadian (3 SKS + 3 SKS berstruktur)

Ever since I read about Freud, Jung, Adler, Horney, Sullivan, Erikson, Fromm, and other psychoanalysts, I can’t help but love their theories. Pelopor teori-teori kepribadian merupakan orang-orang dari aliran psikodinamika (originally psychoanalysis) seperti yang telah saya sebutkan diatas, oleh karenanya sebagian besar teori yang dimasukkan dalam buku pegangan mata ajar ini berasal dari tokoh-tokoh psikodinamika. Aliran ini menekankan pada dorongan bawah sadar sebagai determinan dari perilaku manusia. Yang saya sukai dari mata ajar ini adalah bahwa saya akan kembali mempelajari teori-teori psikodinamika secara mendalam setelah lama melewati itu di Psikologi Umum I.

Psikologi Kognitif (2 SKS + 2 SKS berstruktur)

Jika pada term sebelumnya dipelajari psikologi belajar dengan tradisi behaviorisme yang penekanannya adalah pada perilaku yang bisa diamati, maka kali ini dipelajari proses kognitif (yang tidak teramati) yang terjadi pada diri manusia melalui tradisi mentalisme. Jika tidak teramati, bagaimana mengetahuinya? Tentu proses kognitif juga diteliti berdasarkan konsep apa yang bisa dioperasionalkan. Anyway, I’m a thinker, jadi mata ajar ini nampaknya dapat menjawab berbagai pertanyaan saya mengenai mind dan prosesnya.

Psikologi Lintas Budaya (3 SKS)

Pernah denger percakapan semacam ini?

A: “Ih, kok di Barat orang-orangnya pada seks bebas ya? Gak beretika banget ya.”

B: “Yah, budaya mereka kan memang sudah berbeda dari sananya.”

Apa yang dikatakan si B itu bisa dianggap benar. Banyak perilaku-perilaku manusia yang sangat dipengaruhi oleh faktor budaya tempat dimana mereka lahir dan dibesarkan. Namun, semua manusia merupakan satu spesies. Ada karakteristik-karakteristik mental dan perilaku yang pastinya sama, tidak peduli dimanapun manusia itu berada atau apapun budaya mereka. Untuk alasan itulah diperlukan studi dan penelitian psikologi lintas budaya.

Selain mata ajar-mata ajar wajib itu, saya juga mengambil mata ajar pilihan dan mata ajar lintas jurusan. Untuk mata ajar pilihan, saya mengambil Disain Alat dan Kondisi Kerja dengan bobot 2 sks. Saya juga mengambil mata ajar di jurusan kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Intelijen & Investigasi Kejahatan dengan bobot 3 sks.

Well, itulah semua mata ajar yang saya ambil untuk 3 bulan kedepan. Saya berharap saya bisa lebih maksimal lagi dalam belajar di term 4 ini.