Tags

, ,

Rabu kemaren gue baru aja nonton Bel Ami. Film ini mengisahkan seorang pemuda miskin, Georges Duroy (diperankan Robert Pattinson), yang mendadak kaya serta hubungan-hubungan gelapnya dengan wanita-wanita upper class. Buat gue, film semacam ini bukanlah sebuah film dengan tema yang baru. Kisah skandal pada era-era klasik di Eropa (dan dalam kisah-kisah historikal lainnya) memang tema yang cukup populer. Seakan-akan, film-film historikal dan klasik tanpa kisah skandal bagaikan semangkuk sup yang hambar. Tetapi skandal bukanlah bumbu tambahan di film Bel Ami ini. Ia menjadi porsi utama sehingga nuansa opera sabun nampak begitu melekat dalam tiap adegan film. Selain itu, nuansa klasik dan atmosfir Paris akhir tahun 1800-an gue nilai digambarkan dengan cukup baik. Dari semua itu, entah mengapa gue merasa ada satu lagi impresi menarik yang gue dapatkan dalam film ini.

Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama oleh novelis klasik Perancis, Guy de Maupassant. Gue sendiri sebenernya belum pernah baca novelnya sehingga gue gak tau apakah memang ada keterkaitan antara isi novel itu dengan impresi gue mengenai tokoh-tokoh yang muncul di film ini.  Memangnya apa impresi yang gue dapet?

Entah mengapa secara random gue mengasosiasikan tokoh-tokoh dalam Bel Ami dengan tokoh-tokoh dalam kisah Perang Troya karya Homer. Lebih khusus lagi, kisah yang gue asosiasikan merupakan kisah sebelum terjadinya perang Troya, yakni kisah Judgment of Paris.

Kisah ini menceritakan sebuah pesta megah yang dihadiri oleh semua dewa-dewi, akan tetapi ada seorang dewi yang tidak diundang dalam pesta itu. Dewi itu adalah dewi Eris, dewi perselisihan dan pertengkaran. Lagipula siapa yang menginginkan seorang pembawa perselisihan dalam suatu pesta? Akibatnya, si dewi merasa iri hati. Rasa iri itu membawa sang dewi pada sebuiah akal licik. ia mengirimkan sebuah apel emas yang bertuliskan: “untuk yang tercantik” yang ia kirimkan untuk pesta besar itu. Seluruh hadirin pesta merasa bingung akan tujuan dari apel emas itu. Siapa wanita dalam pesta itu yang paling cantik? Akhirnya, tiga suara terbanyak (dalam jumlah yang sama) memilih tiga dewi Olympus tercantik, yaitu Hera, Athena, dan Aphrodite.

Ya, Hera, Athena, dan Aphrodite. Lalu apa kaitannya dengan film Bel Ami? Gue langsung mengasosiasikan ketiga wanita kekasih gelap Georges Duroy dengan ketiga dewi tersebut. Ketiga wanita dalam film Bel Ami memiliki karakteristik, sifat, dan atribut yang mirip sekali dengan ketiga dewi-dewi Olympus diatas. Entah apakah memang Maupassant mendapatkan inspirasi dari kisah mengenai ketiga dewi itu, atau memang ketiga wanita Perancis dengan pembawaan mereka masing-masing itu merupakan stereotipe wanita pada zaman itu. Seperti apa saja tokoh-tokoh wanita itu?

Madeleine Forestier (Uma Thurman)

Madeleine merupakan wanita yang bertalenta tinggi, memiliki minat terhadap politik, isu-isu peperangan dan humanitas serta memiliki kecerdasan di bidang-bidang itu. Berkali-kali ia mencoba mengajarkan Duroy mengenai politik dan kemampuan jurnalistik, namun pada akhirnya ia menyerah. Ia menganggap Duroy sebagai orang yang tolol karena meskipun Medeleine sudah mencoba mengajarkannya untuk menjadi pria besar, Duroy hanya menginginkan wanita dan uang. Madeleine bahkan menyebut Duroy selayaknya seekor binatang.

Jika dikaitkan dengan ketiga dewi diatas, Madeleine yang cerdas, berkarisma, ahli siasat yang memiliki minat tinggi dalam isu-isu humanitas, politik, dan perang sangat sesuai dengan karakteristik dari Dewi Athena. Athena memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan yang tinggi, yang diiringi dengan siasat perangnya yang selalu membuat lawan-lawannya kalah dalam peperangan. Dalam Bel Ami, kualitas ini juga terlihat dari Madeleine lewat kemampuannya dalam memanfaatkan koneksi-koneksinya dengan kalangan atas Perancis demi mendapatkan informasi rahasia kenegaraan. Sama seperti Athena, Medeleine juga berbakat di bidang literatur.

Clotilde de Marelle (Christina Ricci)

Clotilde atau biasa dipanggil Duroy dengan sebutan Clo merupakan wanita paling muda diantara tiga wanita kekasih Duroy. Suaminya sangat sering bepergian dalam urusan bisnis, sehingga ia dapat meluangkan waktunya bersama dengan Duroy dan menjalin hubungan asmara dengannya. Clo merupakan wanita pertama diantara ketiga wanita kekasih gelap yang dijadikan kekasih oleh Duroy. Ia diperlihatkan sebagai wanita yang sangat mencintai Duroy, yang bahkan mampu merelakan Duroy bersama dengan wanita lain.

Clo sejak awal nampaknya terlihat sebagai wanita muda yang penuh kesenangan dan menikmati hidup. Ia sangat cantik dan memiliki pengetahuan yang cukup mengagumkan mengenai hubungan percintaan antar sepasang kekasih. Ia juga terlihat begitu passionate dan begitu menikmati hubungannya dengan Duroy. Melihat ciri-ciri seperti ini, dewi yang paling cocok disandingkan dengan Clo adalah Aphrodite, dewi cinta, kenikmatan dan kecantikan. Bahkan, sama seperti Aphrodite, Clo memiliki sanctuary yang menjadi lambang cinta, yaitu love nest yang dia gunakan bersama Duroy. Aphrodite juga terkenal sebagai dewi yang tidak setia dengan suaminya. Tidakkah mereka berdua mirip dari segala aspek?

Virginie Walter (Kristin Scott Thomas)

Istri dari pemilik penerbit Vie Francaise, M. Walter. Ia merupakan tipikal ibu rumah tangga kelas atas yang baik. Mendampingi anak, setia pada suami, meluangkan waktu untuk bergosip dengan istri-istri dari kalangan atas, rajin pergi ke gereja, dan lain-lain. Ia nampaknya juga menyukai hal-hal yang dramatis dan romantis, yang ia perlihatkan ketika pertama kali makan malam dengan Duroy. Perhatian yang ditunjukkan oleh Duroy menyebabkan ia semakin hari semakin tertarik pada Duroy. Meskipun pada akhirnya ia jatuh pada godaan dan tipu daya Duroy, ia telah menunjukkan sebelumnya bahwa ia adalah istri yang setia dan tidak ingin berhubungan diluar pernikahannya itu.

Istri dari pemimpin redaksi yang berkuasa mungkin bisa diibaratkan dengan istri dari penguasa Olympus, yaitu Hera. Hera merupakan dewi yang melindungi keluarga dan melindungi pernikahan. Oleh karenanya, ia bisa dikatakan sangat setia pada suaminya. Begitu pula dengan Virginie. Sebelum Duroy menjebaknya, ia tidak pernah memiliki hubungan dengan kekasih-kekasih gelap manapun, tidak seperti Madeleine dan Clotilde. Seperti Hera, ia juga rela mengorbankan segalanya demi mendapatkan kekasihnya kembali. Sifat pencemburu Hera juga dimiliki oleh Virginie ketika Duroy memutuskan menikahi anak Virginie, yaitu Suzanne. Virginie tidak terima dan bersikap keras bahkan di depan suaminya ketika tahu anaknya berhubungan dengan orang yang dicintainya.

 

See? Bukankah ketiganya sangat representatif dengan ketiga dewi yang sudah disebut? Hmm…  atau apakah ini hanya sebuah kebetulan belaka?

Lebih daripada mereka bertiga, Duroy sendiri nampak memiliki sifat-sifat yang sama seperti Pangeran Paris dalam cerita yang sama (Judgment of Paris). Ia tidak mampu berpikir panjang, tergila-gila dengan wanita, dan rela mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadinya, much like Prince Paris.

Lalu, Helen of Troy-nya adalah Suzanne. :P

Oh, well, pada akhirnya nampaknya gue yang memang terlalu mengada-ada, hahahaha.

Oiya ngomong-ngomong soal tiga dewi Olympus, gue belum melanjutkan artikel mengenai Dewa-Dewi Olympus… Mungkin beberapa hari lagi bakal gue tulis. Stay tuned ya… :D