Tags

, ,

Artikel lanjutan dari: Dua Belas Penguasa Olympus (Part 1)

Sebelum mulai bahas mengenai dewa-dewi lainnya, mungkin akan berguna kalo gue sedikit menyampaikan mengenai sifat-sifat yang dimiliki para dewa-dewi ini secara umum, supaya dapet gambaran lebih jelas mengenai dewa-dewi ini. Dalam kisah-kisahnya, Homer menceritakan mengenai dewa-dewi ini memiliki sifat welas asih tetapi juga kejam, penuh cinta tetapi juga pencemburu, dermawan tetapi sangat ingin dipuja oleh manusia. Lebih khusus lagi, ini merupakan sifat-sifat dari dewa-dewi Olympus:

  • Abadi, artinya mereka tidak bisa mati dan tidak bisa dilukai oleh manusia secara fisik. Tetapi, jika mereka menghasilkan anak dari manusia biasa, maka anak-anak mereka itu (yang disebut demigod) bisa mati. Beberapa contoh demigod diantaranya Dionysus dan Heracles.
  • Meskipun mereka adalah ‘supernatural being’ yang dipuja dan menjadi simbol bagi kekuatan alam tertentu, mereka tidaklah sempurna secara moral. Mereka dengan leluasa membunuh pihak-pihak penentang mereka, mengawini wanita-wanita manusia lalu meninggalkan manusia-manusia itu bersama anak-anaknya, dan menikmati kebrutalan perang. Kekuatan mereka yang besar, nampaknya tidak sejalan dengan kebijaksanaan mereka.
  • Narsisistik. Oke, mungkin tidak senyata Narcissus dalam kisahnya, tetapi para dewa-dewi ini sangat tidak suka ketika ada orang lain atau dewa lain yang ‘lebih’ daripada mereka.Lebih dalam hal ketampanan/kecantikan, ataupun kemampuan. Mereka menilai diri mereka dengan tinggi sehingga ketika ada pihak tertentu yang mengklaim bahwa mereka lebih tinggi daripada para dewa-dewi ini, maka mereka akan segera murka dan memberikan hukuman kepada pihak itu.
  • Memiliki penampilan fisik yang jauh lebih estetis daripada manusia. Para dewa-dewa digambarkan dengan ketampanan dan kegagahan, sementara dewi-dewi digambarkan dengan kecantikan yang luar biasa. Pengecualian: Hephaestus.
  • Memiliki emosi dan perasaan yang kuat yang dilambangkan dengan gejala-gejala alam. Emosi yang dominan nampaknya adalah kemarahan, iri hati, dan rasa iba.
  • Hampir semua dewa-dewi Olympus menikmati hubungan romantis dengan lebih dari seseorang dan beberapa dari mereka adalah homoseksual. Beberapa kisah menyebutkan dewa paling tampan di Olympus yaitu Apollo dan dewi paling cantik di Olympus yaitu Aphrodite merupakan dewa-dewi biseksual.

Kalo ngeliat sifat-sifat yang udah diurai satu-satu, kok kayaknya dewa-dewi ini terkesan representasi dari manusia biasa, tapi dengan kekuatan dan penampilan fisik yang agak hiperbol ya. Huehehehe.

Nah, kemaren kan udah ngebahas mengenai Zeus, Poseidon, Hera, Demeter, dan Dionysus. Kali ini kita akan bahas mengenai:

Athena

Sulit untuk membayangkan dewi paling dicintai oleh masyarakat Yunani kuno selain Athena. Masyarakat Yunani kuno merupakan masyarakat yang sangat mencintai filsafat, seni, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil-hasil pemikiran manusia lainnya. Athena, yang merupakan dewi kebijaksanaan, matematika, filsafat, kesenian, karya cipta, peradaban dan kebudayaan adalah dewi yang merepresentasikan perkembangan dan kemajuan semua bidang-bidang itu. Athena cukup dikenal di berbagai kisah mengenai pahlawan-pahlawan Yunani kuno. Ia seringkali membimbing dan menasihati para pahlawan Yunani kuno dalam tugas-tugas heroik mereka. Hal ini sesuai dengan gelarnya sebagai dewi ahli srategi perang. Athena sendiri mewakili kota Athena, dimana orang-orang Athena yang mencintai filsafat dan politik, memuja dan membuatkan kuil untuknya.

Ares

Jika Athena adalah dewi perang yang lembut, bijaksana dan penuh siasat, maka Ares adalah dewa perang yang kasar dan agresif. Ia dipuja oleh kota Sparta, yaitu kota yang sangat menyukai peperangan. Ia mengendarai kereta perang yang bergemuruh, dan setiap kali kereta perangnya melintasi medan pertempuran, rasa takut dan horror dirasakan oleh lawan-lawannya. Ares sendiri sangat dibenci oleh dewa-dewi Olympus lainnya karena kegemarannya akan perang, kekerasan, kebrutalan, dan pertumpahan darah. Dalam mitologi Romawi, Ares memiliki nama lain, yaitu Mars, yang menjadi simbol bagi maskulinitas dan sifat aktif. Peperangan merupakan ciri maskulin dan Ares yang mewakili perang merupakan sosok yang juga melambangkan maskulinitas. sama seperti Zeus, ia juga memiliki banyak sekali kekasih diluar pernikahannya dengan istrinya, yaitu Aphrodite.

Aphrodite

Dewi tercantik di Olympus. Sesuai dengan penampilan fisiknya, ia merupakan dewi kecantikan, cinta, kenikmatan, femininitas, dan kesuburan wanita. Oleh karena kecantikannya yang luar biasa, banyak dewa-dewa dan manusia yang jatuh cinta dengannya dan menjalin hubungan romantis dengannya, termasuk diantaranya Ares, Dionysus dan Hermes. Zeus memprediksikan bahwa kecantikan Aphrodite akan membawa malapetaka bagi Olympus karena dewa-dewa akan berperang memperebutkan Aphrodite. Untuk mencegahnya, Zeus menikahkan Aphrodite dengan dewa dengan penampilan fisik paling buruk dan mengerikan di Olympus, yaitu Hephaestus. Aphrodite merasa jijik dengan Hephaestus dan ia memohon kepada Zeus untuk membiarkan Ares yang menikahi dirinya, karena Ares merupakan sosok dewa yang ditakuti di Olympus sehingga perang antar dewa tidak akan terjadi.

Hephaestus

Athena merupakan dewi yang lahir hanya dengan satu orangtua, yaitu Zeus. Ia lahir dari kepala Zeus langsung menjadi sosok seorang dewi dewasa dan segera menjadi anak kesayangan Zeus. Melihat ini, Hera merasa iri hati dan tidak terima Zeus memiliki anak emas yang sangat disayanginya sehingga Hera membalas Zeus dengan melahirkan anaknya seorang diri. Ketika anak itu lahir, ternyata ia memiliki fisik yang mengerikan dan buruk rupa sehingga Hera merasa jijik dengan anak itu. Hera kemudian melempar anak itu keluar Olympus sehingga Hephaestus pada akhirnya jatuh dan tumbuh besar di bumi. Hephaestus, dengan permintaan para dewa-dewi lainnya pada akhirnya kembali ke Olympus dan menaruh dendam pada Hera. Hephaestus adalah dewa teknologi, penempaan senjata, api, dan besi/metal. Di Olympus, ia menempa senjata kesayangan Zeus, yaitu thunderbolt.

Hermes

Jika Aphrodite adalah dewi paling cantik, maka Hermes merupakan salah satu dari dewa paling tampan di Olympus. Ketampanannya hanya dikalahkan oleh Apollo, yaitu dewa matahari, musik, kesembuhan, dan kebenaran. Hermes sendiri merupakan dewa yang memiliki kuasa untuk bergerak bebas antara dunia manusia dengan Olympus. Berkat Hermes’ Sandals di kakinya, ia mampu berkeliling dunia dan Olympus hanya dalam waktu sekejap. Hermes merupakan dewa pembawa berita, pengantar jiwa ke alam baka, pelindung gembala, kecerdikan, dan kelicikan. Ia memiliki sifat yang usil. Ketika bayi, ia mencuri ternak-ternak yang digembalai Apollo sehingga Apollo murka padanya. Tetapi Hermes dengan cerdik menggantikan ternak curian itu dengan sebuah lira. Ketika lira itu dimainkan, Apollo tersentuh dan memaafkan Hermes. Semenjak itu mereka berdua menjadi akrab dan bersahabat satu sama lain.

To be continued…