Tags

, ,

Tugas MA Psikologi Abnormal.

Anoreksia cukup umum terjadi dalam budaya barat (http://skipnews.com/wp-content/uploads/2011/07/anorexia.jpg

Deskripsi Kasus (dari Krauter & Lock, 2004):

Brenda seorang remaja berusia 16 tahun yang terdiagnosa mengalami gangguan makan AN (Anorexia Nervosa). Ia dirujuk untuk menemui dokter. Berat badan ideal dari Brenda adalah 70 kg sementara ketika dirujuk ke dokter, berat badan Brenda hanya 52 kg. Hanya dalam enam bulan saja sebelum terdiagnosa, Brenda sudah kehilangan 17,5 kg yang menyebabkan dirinya mengalami masalah-masalah medis yang cukup parah. Detak jantung dan suhu tubuhnya menjadi sangat tidak stabil, dan ia berisiko mengalami serangan jantung. Brenda juga mengalami malnutrisi, kehilangan rambut, dan lanugo pada tangan dan kakinya.

Brenda merupakan anak kedua dari pasangan John dan Judy. Kakak laki-lakinya adalah Tom yang berusia 20 tahun. Mereka semua tinggal bersama-sama. Brenda sendiri adalah seorang siswi SMA kelas 1. Tidak ada sejarah masalah psikologis dalam keluarga inti Brenda, kecuali ayah dan ibunya minum-minum saat pertemuan dan pesta. Tetapi, ibu dari John (nenek dari Brenda) sebelum meninggal lima tahun sebelum Brenda terdiagnosis AN, sempat terdiagnosis mengalami schizophrenia paranoid. Brenda sangat dekat dengan neneknya ini. Keluarga dari Judy yang seringkali berkunjung ke rumah keluarga Brenda juga memiliki sejarah penggunaan zat dan masalah psikologis. Mereka tidak percaya dokter dan menolak untuk diperiksakan ke dokter, ibu dan kedua anaknya dilaporkan sangat pencemas. Sang ibu terkadang menjadi depresi, anak pertama seorang pecandu alkohol dan juga sangat pencemas. Anak kedua memiliki fobia spesifik dan juga seorang pecandu alkohol.

Brenda sendiri juga menggunakan alkohol dan mulai menggunakan mariyuana semenjak satu tahun sebelum terdiagnosis AN. Ia juga menggunakan metamphetamine semenjak berusia 15 tahun. Bagi Brenda, saat ia menggunakan metamphetamine, tujuannya adalah agar mengurangi berat badan sekaligus merasakan puncak dalam saat yang bersamaan. Namun, saat teman-temannya berhenti menggunakan metamphetamine, Brenda juga berhenti. Saat ini Brenda merokok setengah pack dalam sehari dan melakukan pola makan yang restriktif dengan pola binge dan purge. Brenda merasa depresif dan mudah marah sepanjang waktu.

Pacarnya yang berusia 19 tahun seringkali menyebut Brenda dengan kata-kata bodoh atau pelacur. Ia dan Brenda terlibat dalam hubungan seksual. Brenda hanya memiliki sedikit teman, dan ia mulai menghindari teman-temannya saat gejala-gejala muncul, menyatakan bahwa ia lebih suka makan sendirian. Ia tidak ingin orang lain tahu bahwa ia sering memuntahkan makanan. Brenda merupakan seorang siswi SMA swasta dengan nilai-nilai akademis rata-rata. Namun, saat ia mulai mengalami gejala-gejala, nilai-nilai sekolahnya menurun secara signifikan.

Klasifikasi berdasarkan kriteria DSM-IV-TR:

Axis I: Brenda mengalami Anorexia Nervosa (AN) dengan tipe binge-eating/purging.

Diagnosis berdasarkan kriteria DSM-IV-TR:

Untuk terdiagnosis sebagai AN, kriteria-kriteria ini harus muncul:

  1. Menolak untuk mempertahankan berat badan diatas normal atau normal sesuai usia dan tinggi badan: Kriteria ini terpenuhi dengan jelas karena berat badan dari Brenda kurang dari 85% berat badan normal (52 kg dari 70 kg) tetapi ia tetap merasa tidak ingin berat badannya menjadi normal kembali. Ia justru merasa perlu terus mengurangi berat badannya.
  2. Rasa takut intens terhadap berat badan berlebih atau menjadi gemuk, meskipun berat badan sudah sangat kurang: Brenda seringkali mengalami kecemasan akan berat badannya. Ia mengunakan metamphetamine hanya demi mengurangi kecemasannya apabila berat badannya bertambah. Ia selalu mudah marah dan depresi terutama karena preokupasi pikirannya mengenai berat badan ideal dan ketidakpuasan dirinya atas berat badan dirinya.
  3. Gangguan dalam cara berat badan dan ukuran badan individu dialami, pengaruh berlebihan dari berat atau ukuran badan terhadap penilaian diri, penolakan terhadap seberapa serius berat badan yang sangat rendah: Terdapat distorsi dalam body image dari Brenda. Meskipun berat badannya 72% dari berat badan normal, Brenda masih merasa bahwa dirinya belum cukup mengurangi berat badan sehingga ia merasa terus-menerus perlu untuk mengurangi makanan yang ia makan, sampai pada poin dimana ia mengalami malnutrisi.
  4. Amenorrhea: Brenda sudah kehilangan tujuh siklus mentstruasi.

Subtipe:

Binge-eating/purge è Brenda memiliki pola makan yang sangat ketat, dan setiap kali ia makan berlebih dari jumlah yang ia tetapkan, Brenda memaksa untuk memuntahkan kembali makanan itu. Ia melakukan pola binge-purge setidaknya delapan kali sehari.

Etiologi (Kring, Johnson, Davison & Neale, 2012):

  1. Genetika

Tidak ada sejarah AN dalam keluarga inti dan keluarga besar dari Brenda. Namun, adanya hampir semua anggota keluarga dari ibu Brenda yang mengalami kecemasan tinggi mengisyaratkan faktor genetik mengenai kecemasan tinggi. Brenda yang mengalami AN mengalami kecemasan dan rasa takut yang tinggi akan meningkatnya berat badan dan ukuran badan yang kurang kurus.

  1. Neurobiologis

Tidak ada keterangan jelas mengenai penyebab neurobiologis Brenda. Hanya dampak-dampak dari AN yang terlihat dari segi neurobiologis, sebagaimana diceritakan pada deskripsi kasus.

  1. Kognitif Behavioral

Rasa takut dan kecemasan akan meningkatnya berat badan sangat berkontribusi dalam penilaian diri Brenda. Ia sampai pada poin dimana ia menggunakan substansi obat tertentu untuk mengurangi kecemasannya yang diakibatkan ketidakpuasannya itu. Kritisisme dari orang lain (yang tidak dijelaskan lebih lanjut) juga mungkin berpengaruh pada Brenda. Berat badannya yang menurun sedemikian pesat dalam waktu yang singkat member sinyal bahwa ada kemungkinan Brenda memiliki kontrol diri yang sangat ketat, dimana mungkin ada faktor kepribadian yang berpengaruh dalam hal ini.

  1. Sosiokultural

Tidak jelas apakah memang ada pengaruh sosiokultural seperti media dan persepsi atas berat badan ideal yang ditampilkan semakin lama semakin kurus memang berpengaruh terhadap Brenda. Meski begitu faktor risiko dari gender wanita memang dialami oleh Brenda, yang mengisyaratkan adanya kemungkinan faktor persepsi atas berat tubuh ideal dalam kultur barat memang berpengaruh. Hal ini mungkin didorong oleh pacar Brenda yang cukup abusif terhadap Brenda. Selain itu, nenek Brenda yang mengalami schizophrenia paranoid dan memiliki hubungan dengan Brenda mulai memunculkan gejala-gejala terobsesi dengan berat badan ideal. Tidak jelas bagaimana prosesnya.

Daftar Pustaka:

DSM-IV Taskforce. (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders: Text revision, 4th Ed. Washington, DC: American Psychiatric Association.

Krauter, T.H., & Lock, J. (2004). Treatment of adolescent anorexia nervosa using manualized family-based treatment. Clinical Case Studies 2004; 3; 107. DOI: 10.1177/1534650103259623

Kring, A.M., Johnson, S.L., Davison, G.C., & Neale, J.M. (2012) Abnormal psychology, 12th Ed. NJ: John Wiley & Sons.