Tags

, ,

Apakah keyakinan itu? Kita coba menjawab pertanyaan itu lewat film Prometheus (2012) yang penuh akan tema eksistensialisme. Lihat trailer dan sinopsisnya disini [SPOILER ALERT] http://www.youtube.com/watch?v=HHcHYisZFLU dan http://en.wikipedia.org/wiki/Prometheus_%282012_film%29. Dari sana, akan dibahas secara singkat jawaban dari pertanyaan tersebut berdasarkan filsafat Soren Kierkegaard.

 

prometheus_movie-wide_zpsdc24d6ed

Sejak awal film diputar, tema keyakinan subyektif sudah menjadi tema yang menonjol. Ketika Holloway dan Shaw menemukan berbagai artefak dan artefak terakhir di Skotlandia, mereka sadar bahwa mereka telah semakin dekat dalam usaha memperoleh jawaban mengenai pencipta manusia. Shaw, terutama, memutuskan bahwa ia ‘memilih’ untuk percaya bahwa engineer adalah otak dibalik penciptaan manusia. Disini perlu ditekankan kehendak untuk ‘memilih’.

Dalam term Kierkegaardian, keyakinan subyektif dan hasrat individu mendapatkan tempat yang sangat penting. Kierkegaard menganggap bahwa obyektivitas dan kepastian, yang mana bertentangan dengan kebenaran subyektif, mengandung bukti-bukti yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh keyakinan. Bahkan, bukti-bukti itu adalah musuh bagi keyakinan subyektif.

Hal tersebut terlihat dari bagian awal film dimana seorang ahli biologi (Millburn) menantang keyakinan Shaw mengenai kepercayaannya terhadap engineer sebagai kreator. Millburn menggunakan teori evolusi Darwinian, yang memaksa Shaw untuk mengatakan bahwa ia tidak tahu. Namun, Shaw tetap mengatakan: “I chose to believe”. Disinilah letak keyakinan itu. Keyakinan itu tidak didasarkan oleh fakta-fakta historikal yang disusun berdasarkan data-data generalisasi (seperti data ilmiah, survei, statistik dan semacamnya), melainkan berada pada tingkat penghayatan subyek. Shaw meyakini secara eksistensial bahwa sang engineer merupakan kreator manusia, tidak peduli walaupun ilmu biologi menentang pilihan dia, yaitu pilihan bahwa ia yakin.

Seluruh keputusan yang esensial tidak pernah berada di luar diri. Melainkan, berada di dalam diri. Dalam anxiety yang hebat, fakta-fakta historis luar diri mampu memberikan pencerahan yang instan. Namun, pencerahan itu tidaklah esensial. Pencerahan itu mengeliminasi kemampuan diri dan subyektivitas diri yang secara esensial mampu memutuskan sendiri, tanpa perlu terpapar oleh fakta-fakta historis luar. Ketika Shaw mengetahui fakta historis bahwa tubuhnya steril, ia tidak serta merta mempercayainya begitu saja. Ia memilih untuk tidak mempercayai fakta bahwa ia steril dan ia melakukan operasi sendiri untuk mengeluarkan alien dari dalam tubuhnya.

Jadi, apakah keyakinan itu? Keyakinan adalah pilihan-pilihan yang dipilih dalam situasi sulit melalui kehendak penghayatan subyektif yang bersifat intrapersonal, dan bukan merupakan pilihan yang dipilih berdasarkan kebenaran obyektif yang bersifat diluar subyek, sehingga pada akhirnya pilihan-pilihan itu bertahan dalam subyek dan membentuk pola kehendak dimana subyek memotivasi dan memaknai kehendak itu dalam tindakan-tindakannya.